Perkenalan

Pas kita kecil, orang dewasa selalu ngelarang untuk ngobrol sama orang yang ga dikenal. Katanya sih nanti diboongin, terus ntar diculik. Iya sih serem kalo kejadian begitu, tapi kayaknya orang dewasa juga banyak yang bloon dan bisa aja dikibulin terus dirampok deh.

Tapi yang mau dibahas di postingan ini sebenernya bukan soal kriminalitas. Tapi lebih ke obrolan sama orang yang baru aja dikenal. Kira-kira percakapannya seperti di bawah ini.

A: Halo, saya Budi.

B: Halo, saya Budi juga. Tinggal di mana?

A: Tinggal di Jakarta Selatan, di Pasar Minggu.

B: Oh, di mananya Pasar Minggu?

A: Di Jalan Ketapang, deket Salihara.

B: Oh, saya ada temen di sana.

Atau bisa juga bentuk perkenalannya seperti di bawah ini:

A: (Setelah tahu nama) Oh, sampeyan kerja di Kementerian Perhubungan?

B: Iya.

A: Saya ada saudara di sana, namanya si anu, dia Direktur di Ditjen Perhubungan Udara.

Nah, Anda pasti sering dapet obroloan di atas. Yang saya mau highlight adalah, penting amat ya ngomong, “Oh, saya ada saudara/teman.” Soalnya ucapan seperti itu biasa dilontarin ke saya pas ditanya tempat tinggal.

Kalo pun saya kenal sama orang yang dimaksud, ada apa gitu? Kalo yang nanya ada sangkutan sama yang disinggung sih oke lah. Misal karena ada hutang, nanti saya bantu tagihin terus saya bisa dapat komisi kan. Tapi kalo cuma sekedar basa-basi ngga penting, yah ke laut aja deh.

4 comments

  1. oh lo tinggal di bintara?
    eh saya ada temen juga lho tinggal disana, di blok a, namanya si “ini”. kenal? ;p

    terus basa basi yg penting contohnya kayak gimana bud?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s