Renungan

Hari ini saya ngangkot. Ngga bisa naik motor gegara suatu hal. Seperti biasa, kalau lagi ngangkot tuh enaknya tinggal duduk diem santai dan menggantungkan nasib ke sopir. Selain itu ngga perlu juga misuh-misuh karena macet.

Enaknya lagi, sembari nunggu badan nyampe di tempat kerja, saya bisa diem dan mikir banyak hal. Hari ini mau ini mau itu. Besok mau ini mau itu. Dan kemarin, dulu, udah ini udah itu.

Selain berencana dan mengenang, saya juga suka ngeluh. Rencana yang muncul tiba-tiba berasa sulit implementasinya. Misalnya, saya mau jadi orang kaya, tapi kudu kerja keras. Kenangan yang sialnya juga muncul tiba-tiba, bikin saya nyesel karena yang diinget adalah masa lalu yang busuk.

Tapi, itu lah enaknya ngangkot, punya waktu untuk bikin apa yang di benak keluar semua. Kadang, kita ngga butuh orang lain untuk jadi tempat curhat. Kita juga bisa bikin diri sendiri macam konsultan. Buat saran untuk setiap masalah.

Saya suka ngangkot karena bisa merenung. Tapi, bukan bengong, karena ada yang dipikirin.

2 comments

  1. ceritanya gue abis dikirimin tagihan buat perpanjang domain+hosting blog, trus mikir. yaampun gue bayar mahal mahal tapi postingan gue dikit banget >.< (ngga rela)
    trus tiba-tiba gue keinget lo yang blognya ga pernah update, eh tapi ternyata mulai ada postingan baru, hahahaha #duhapasihgue

    btw, kenangan masih bisa muncul di angkot bud? walaupun bising, rame orang ngobrol, dan banyak klakson? gue pikir cuma bisa muncul pas hujan ;p ;p ;p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s