(Review) The Family, Cerita Mafia yang Tobat

Sangking buteknya dengan rutinitas kerja, suatu hari kemarin saya coba cari film yang belum pernah saya tonton. Cek di internet sekitar sejam, akhirnya ketemu judul The Family.

Film tahun 2013 ini disutradarai oleh Luc Besson. Saya tertarik dengan film ini karena salah satu pemeran utamanya adalah Robert De Niro. Lalu, pemeran lainnya yang saya ngga terlalu familiar adalah Michelle Pfeiffer, Dianna Agron, dan John D’Leo.

Screen Shot 2017-05-01 at 7.41.53 PM

Source: IMDB

The Family bercerita tentang Giovanni Manzoni (De Niro) dan keluarganya, yakni Maggie (Pfeiffer), Belle (Agron), dan Warren (D’Leo) yang kabur ke Normandia, Prancis karena diburu mafia. Padahal, Gio dan keluarganya sendiri tuh juga mafia. Gio merupakan whistle Blower yang disembunyikan oleh pemerintah AS dan mendapat perlindungan dari FBI.

Dalam pelariannya, Gio harus mengganti nama menjadi Fred Blake. Tapi, istri dan anak-anaknya hanya ganti nama belakang aja. Di Normandia, Gio sembunyi di sebuah rumah setelah berkali-kali pindah tempat. Adegan awal di film ini pun memperlihatkan Gio dan lainnya membenahi rumah baru itu.

Mereka berempat akhirnya memulai jati diri baru. Fred yang nemu mesin ketik, mencoba jadi penulis. Maggie, tetep jadi ibu rumah tangga dan coba keliling kota setiap harinya. Sedangkan Belle dan adiknya belajar di sekolah baru.

Tapi, karena empat orang itu berasal dari lingkungan mafia, hidup keras udah jadi kebiasaan. Ada aja kelakuan gila yang mereka lakukan kalo lagi emosi. Contohnya, Maggie yang ngeledakin supermarket cuma karena dapet omongan ga enak dari kasir dan masyarakat.

Dalam film ini, juga ada beberapa flashback yang dikasih liat ketika keluarga Gio tinggal di New York, AS dan adegan soal upaya mafia yang terus ngeburu mereka.

Film yang berdurasi 1 jam 51 menit ini saya katakan lumayan menghibur. Hanya saja endingnya ketebak. Sudah pasti Gio ketahuan ada di Normandia. Selain itu, suguhan tembak-tembakan antar mafia terbilang terlalu singkat dan kurang greget. “Dah, gitu doang?” saya cuma bilang gitu pas film abis.

Secara akting, De Niro seperti di kemunculannya di film-film lain, nampak kalem dan selalu senyum ramah. Saya juga suka Agron yang jadi abg menggoda dan mendadak jadi melankolis karena ketemu cowo memikat. Lainnya, standar.

Overall, film ini layak tonton. Saya kasih nilai 7 dari 10.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s