Belanja Online?

Baru-baru ini, sebuah artikel di salah satu media cetak mengulas tentang e-commerce dalam rangka ajang diskon akbar saat Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang digelar selama tiga hari sejak Senin (12/12).

Topik itu sekarang memang sedang hangat-hangatnya mengingat perkembangan teknologi sudah sangat cepat. Adanya internet dan pernak-pernik di dalamnya serta maraknya penggunaan gadget canggih membuat aktivitas ekonomi bisa dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Mau beli pulsa? Bisa lewat e-banking. Beli makanan? Pakai ojek online. Beli tiket pesawat dengan harga yang murah? Buka saja situs-situs yang menyediakannya. Bayar tol? Sudah bisa pakai kartu. Apalagi beli barang-barang yang diinginkan, banyak sekali toko-toko yang sudah melayani pembelian online.

Melihat itu, beberapa bank pun menilai bahwa e-commerce di Indonesia sangat menjanjikan. Mereka berlomba-lomba menawarkan berbagai solusi pembayaan secara online agar masyarakat bisa nyaman berbelanja. Promo-promo menarik bahkan bertebaran setiap bulannya.

Hanya saja, saat ini masyarakat rupanya masih belum bisa beralih dari pola konvensional, yaitu dengan membeli barang secara langsung, membayar dengan kertas atau logam. Adanya rasa tidak percaya dengan sistem online turut jadi salah satu hambatan terbesar bagi e-commerce untuk berkembang di Indonesia.

Selain itu, masih minimnya akses teknologi informasi di beberapa wilayah di Tanah Air juga jadi faktor penghambat lainnya. Kecepatan internet di Indonesia bahkan tertinggal jauh dari negara-negara anggota ASEAN. Jika demikian, pertumbuhan e-commerce di Indonesia tidak bisa diprediksi sampai kapan pun.

Sudah pasti peran pemerintah sangat diharapkan agar bisa membuat e-commerce jadi sebagai salah satu alternatif bisnis. Pemerintah juga sebaiknya sadar bahwa gelombang e-commerce tidak bisa dibendung. Buktinya toh sudah disebutkan di atas.

Adanya regulasi yang menjadi payung hukum, tentu akan membuat para pelaku bisnis e-commerce dirangkul kepentingannya secara legalitas dan masyarakat menjadi percaya saat berbelanja secara online. Kemudian, fasilitas pendukungnya juga harus dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat terutama di daerah terpencil.

Harbolnas setidaknya harus jadi momentum agar masyarakat semakin teredukasi dengan belanja online yang sebenarnya sangat mudah teknisnya karena sebenarnya tidak perlu repot-repot keluar rumah kan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s